Cari Blog Ini

Senin, 25 Desember 2017

Saran dari Mama Tercinta

Halo semua! Kemarin di postingan pertama sudah di jelaskan bahwa di blog ini saya akan berbagi cerita tentang alasan - alasan apa yang membuat saya mau masuk Jurusan Sastra Jepang. Sebenarnya banyak sih alasan - alasannya kenapa saya berminat untuk masuk ke jurusan ini.... terlalu banyak malah hehehe. Karena itu aku mau berbagi dengan pembaca alasan - alasan tersebut.

Nah, alasan pertama yang paling mendasari pilihan ku ini adalah saran dari mama. Karena kesukaan ku terhadap drama jepang, anime, game jepang, komik jepang dan semua hal yang berbau jejepangan muncullah sebuah keinginan untuk pergi melihat Jepang yang asli. Setiap nonton drama atau anime pasti selalu ada pertanyaan "Bener ga sih Jepang itu begini?" atau "Jadi pengen ngerasain bagaimana jadi orang Jepang" dan lain sebagainya. Dari pertanyaan - pertanyaan itulah aku berfikir untuk pergi ke Jepang. Tadinya mau coba untuk nerusin SMA di Jepang, tapi kayanya itu susah untuk terwujud. Lagi pula orang tua ku juga ga merestui.

Jujur aku sempet ngambek pas orang tua ku ga setuju keinginan itu. Sambil ngambek aku mencoba untuk berfikir lagi tentang keputusanku itu,  adakah cara supaya aku bisa pergi dan ngerasain tinggal di Jepang?

Setelah beberapa hari aku coba berfikir muncullah ide untuk ambil beasiswa kuliah ke Jepang. Lalu ku coba bicarakan ide itu ke orang tuaku. Lagi - lagi ide ini di tolak sama mama ku. Aku sempet sebel karena mama ga merstui ide ku padahal papa merestui. Lalu mamaku nyaranin untuk ambil S1 jurusan sastra Jepang di Indonesia untuk belajar dahulu bahasa dan budaya di Jepang dan setelah lulus barulah ambil S2 di Jepang.  Kalau di pikir - pikir lagi sebenarnya ga ada salahnya untuk kuliah dulu di Indonesia. Itung - itung buat modal awal sebelum ke jepangkan ya hehe. Mungkin juga mama masih butuh bantuan ku untuk jagain adik -adikku dan juga mama sebenarnya khawatir kalau aku kuliah terlalu jauh.

Pada akhirnya aku pun mengikuti saran dari mama. Walau dulu pas SMA aku masih suka nekat mau coba ambil beasiswa di Jepang tapi ya karena persiapan berkas dan mental yang belum cukup jadilah aku ikut saran mama. Setelah masuk jurusan ini atas restu dari kedua orang tua  aku jadi semakin semangat untuk terus belajar dan memperdalam ilmu yang ku pelajari di sini. Terimakasih juga kepada mama atas sarannya waktu itu, karena telah melihat dan mengerti kemauan ku dan jua telah memberikan kesempatan kepada ku untuk pergi ke Jepang setelah lulus nanti.  

7 komentar:

  1. Awww Good luck on your studies Nindya! ^^) Meskipun secara perlahan-lahan, dengan semangat dan minat pasti Nindya bisa study dan bahkan kerja di Jepang! Ganbatte!

    BalasHapus
  2. wah kok mirip ya
    ibu2 emang kebanyakan pikirannya sama hahaha

    BalasHapus
  3. Saya juga berpikir pergi ke Jepang saat SMA tanpa persiapan apa-apa merupakan perbuatan yang nekat sih. Karena tentunya akan terdapat perbedaan bahasa, budaya, dan kebiasaan yang sangat kentara. Semoga sukses di jurusan Sastra Jepang ini! Semoga kamu dapat melanjutkan studi ke Jepang ya!

    BalasHapus
  4. Yes Nindya I know how you feel :(
    Tapi bagaimanapun juga orang tua nggak mungkin jatuhin anaknya, jadi waktu itu aku percaya aja sama mamapapa
    Mungkin nggak keliatan sekarang tapi nanti akan ada hasilnya kok hehehe

    Anywayyyy ganbarou ne!

    BalasHapus
  5. Aku juga dulu sering berangan-angan ingin langsung melanjutkan sekolah di Jepang saja tanpa memikirkan akan kehidupan, perbedaan bahasa dan budaya yang ada di Jepang.

    Orang tua-ku yang mengerti akan keinginanku ini pun akhirnya menyarankan untuk mempelajari budaya dan bahasa Jepang terlebih dahulu dengan masuk ke Sastra jepang dan setelah ini melanjutkan kuliah ataupun juga bisa bekerja disana suatu hari nanti.

    Let’s do our best to make our parents proud Nindya!

    BalasHapus
  6. Memang mama lah yang terbaik :”)

    BalasHapus
  7. semua ortu pasti memilih yg terbaik untuk anaknya, gaada ortu yg mau anaknya sengsara pasti~
    semangat terus nindya belajarnya ~

    BalasHapus