Cari Blog Ini

Selasa, 02 Januari 2018

Guruku Panutanku

Kita semua tahu bahwa guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka adalah pelita dalam kegelapan. Mereka dengan sabar mengajari kita ilmu - ilmu yang mereka miliki. Mereka juga tidak ragu untuk menegur dan menasehati kita apa bila kita berbuat salah. Mereka adalah sosok yang pantas kita tiru setelah kedua orang tua kita. Tanpa adanya mereka maka kita tidak akan bisa menjadi manusia yang seperti sekarang. Terimakasih guru ku jasa mu takkan pernah ku lupakan.

Nah itu adalah beberapa patah kata tentang guru dari saya. Pada postingan kali ini saya akan berbagi cerita tentang seorang guru yang menjadi penyemangat saya untuk belajar di Jurusan yang telah saya pilih ini. Beliau adalah Ibu Nisa. 

Ibu Nisa adalah seorang guru geografi yang pernah menuntut ilmu di Jepang. Saya ingat saat saya di kelas 2 SMA beliau mengajar pelajaran geografi di kelas saya. Beliau adalah guru yang baik, tegas, dan disiplin. Ada seorang teman bilang kalau beliau pernah belajar di Jepang, karena itulah beliau menjadi orang yang tegas dan disiplin. Karena tingkat kepo yang tinggi suatu hari saya memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau tentang pengalaman beliau ketika tinggal dan menuntut ilmu di Jepang. 

Beliau pun dengan senang hati bercerita kepada saya tentang pengalamannya tinggal dan sekolah di Jepang. Setelah mendengar certia beliau saya bercerita tentang keinginan saya untuk masuk jurusan sastra jepang dan melanjutkan sekolah di Jepang. Tak disangka beliau mendukung dan memberikan saran-saran untuk bisa lulus beasiswa ke Jepang. Bahkan beliau juga sempat membantu saya mencarikan unversitas di Jepang yang menyediakan beasiswa untuk murid asing. Mendengar itu saya senang. Tapi saya terinat dengan pesan mama dan menjelaskan bahwa setelah lulus SMA saya mau melanjutkan pendidikan di Indonesia dulu. Setelah lulus barulah saya lanjut ke Jepang. Beliau hanya tersenyum dan menyarankan saya untuk ikut program 1 tahun belajar di Jepang dari kedutaan jepang apabila aku tidak langsung ambil beasiswa ke Jepang setelah lulus SMA. Beliau juga mendoakan untuk kesuksesan saya kedepannya.

Doa, dukungan dan saran dari beliau adalah salah satu alasan yang membuat saya semakin yakin untuk memilih Jurusan ini. Beliay menjadi sumber semangat saya untuk terus mengejar cita - cita saya untuk belajar ke Jepang.

5 komentar:

  1. Ternyata tidak hanya orangtua ya yang bisa memotivasi kita untuk memilih jalan mana yang akan kita tuju, guru pun bisa. Walaupun begitu tetap saja kita sendiri yang harus memperjuangkan apa yang kita pilih

    BalasHapus
  2. menarik. terimakasih telah berbagi cerita tentang guru anda

    BalasHapus
  3. ternyata motivasi dari orang yang berada di luar lingkaran keluarga kita bisa memberi dampak positif yang besar juga ya.

    btw, ganbatte!

    BalasHapus
  4. wih, punya hubungan normal sama guru ya, mantap, gak kaya saya selalu jadi bahan isengan guru

    BalasHapus
  5. Ini menunjukan bahwa masih ada siswa yang peduli dan menghargai gurunya. Semangat nindyyy

    BalasHapus